Kamis, 19 Oktober 2017

Indikator Kepercayaan Diri



Indikator Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri adalah suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri. Suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya mampu untuk mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.

Menumbuhkan rasa kepercayaan diri yang proposional, individu harus memulai dari dalam diri sendiri. Mengingat bahwa rasa percaya diri sangat penting untuk membatu seseorang untuk dapat meraih hasil belajar ataupun prestasi dalam hal apapun.

Beberapa indikator berikut mungkin dapat menjadi pertimbangan dalam menumbuhkan rasa percaya diri seseorang sebagai berikut:
a.       Evaluasi Diri Secara Objektif
Belajar menilai diri secara objektif dan jujur. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri sendiri, seperti pola berfikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya kesabaran dan ketekunan, selalu bergantung pada orang lain atau sebab-sebab eksternal lain.
b.      Penghargaan Yang Jujur Terhadap Diri Sendiri
Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang dimiliki. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu diri sendiri dalam  menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
c.       Positive Thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi prasangka atau persepsi negatif yang mencul dalam benak diri sendiri. Semakin besar dan menyebar pola pikir negatif maka semakin sulit dikendalikan dan dihentikan.
d.      Gunakan Self-affirmation
Self-affirmation penegasan dalam diri sendiri. Untuk memerangi pikiran negatif, gunakan Self-affirmation yaitu berupa kata-katayang membangkitkan rasa percaya diri contohnya, saya pasti bisa, saya bangga pada diri sendiri, saya pasti dapat, atau saya dapat menyelesaikan tugas, dan lain sebagainya.
e.       Berani Mengambil Resiko
Rasa kepercayaan diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang memungkinkan datang dari orang tua dan masyarakat hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk harus menjadi orang sukses.

Karakteristik Dan Ciri-Ciri Kepribadian Diri



Karakteristik Dan Ciri-Ciri Kepercayaan Diri

Ada 7 karakteristik individu yang mempunyai rasa kepercayaan diri antara lain sebagai berikut:
  1. Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau hormat orang lain.
  2. Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima orang lain atau  kelompok.
  3. Berani menerima penolakan orang lain berani menjadi diri sendiri.
  4. Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil).
  5. Memiliki internal Locus of Control(memandang keberhasilan atau kegagalan, bergantung pada usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak bergantung mengharap bantuan orang lain).
  6. Mempunnyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain, dan situasi diluar dirinya.
  7. Memiliki harapan yang relalistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.
Ciri-ciri seseorang memiliki rasa kepercayaan diri meliputi sebagai berikut:

1.      Bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah dibuat sendiri,
  1. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
  2. Pegangan hidup yang cukup kuat, mampu mengembangkan motivasi,
  3. Mau bekerja keras untuk mencapai kemajuan,
  4. Yakin atas peran yang dihadapi,
  5. Berani bertindak dan mengambil setiap kesempatan yang dihadapinya,
  6. Menerima diri secara realistik,
  7. Menghargai diri secara positif, tanpa berfikir negatif, yakin bahwa ia mampu,
  8. Yakin atas kemampuan sendiri dan tidak terpengaruh oleh orang lain, dan 
  9. Optimis, tenang dalam menghadapi tantangan dan tidak mudah cemas.

Aspek Dan Sifat Kepribadian



Aspek-Aspek Kepribadian
  1. Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
  2. Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
  3. Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
  4. Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa
  5. Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
  6. Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
Sifat-Sifat Kepribadian

Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk mengidentifikasikan dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang. Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut. Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian. Sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar karena para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.

Cara Identifikasi Kepribadian

Terdapat sejumlah upaya awal untuk mengidentifikasi sifat-sifat utama yang mengatur perilaku.  Seringnya, upaya ini sekadar menghasilkan daftar panjang sifat yang sulit untuk digeneralisasikan dan hanya memberikan sedikit bimbingan praktis bagi para pembuat keputusan organisasional. Dua pengecualian adalah Myers-Briggs Type Indicator dan Model Lima Besar. Selama 20 tahun hingga saat ini, dua pendekatan ini telah menjadi kerangka kerja yang dominan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sifat-sifat seseorang.